Solusi Stasiun Pangkalan

2026-01-16

1. Gambaran Umum

Cell Site, yang juga dikenal sebagai Base Station, merupakan bagian penting dari jaringan komunikasi seluler modern. Cell Site menyediakan layanan penerimaan dan pengiriman sinyal nirkabel bagi pengguna ponsel, tablet, dan sebagainya, sehingga pengguna dapat mengakses jaringan komunikasi seluler kapan saja dan di mana saja untuk memanfaatkan berbagai fungsi seperti komunikasi, akses internet, dan panggilan suara.

Pembangunan dan pemasangan Stasiun Pangkalan dapat memperluas jangkauan jaringan komunikasi seluler serta meningkatkan kualitas sinyal. Melalui proses pengiriman dan penerimaan sinyal oleh Stasiun Pangkalan, jangkauan jaringan dapat mencakup seluruh area, titik-titik buta sinyal dapat dikurangi, dan kualitas komunikasi dapat ditingkatkan.

Tujuan utama Stasiun Pangkalan adalah transmisi. RRU (Remote Radio Unit) yang terpasang di menara digunakan untuk transmisi dan penerimaan sinyal nirkabel. RRU ini menangkap sinyal nirkabel dan mengubahnya menjadi sinyal optik melalui BBU (Baseband Unit). Sinyal optik tersebut kemudian ditransmisikan melalui Kabel Serat Optik hingga ribuan mil jauhnya, bahkan puluhan ribu mil jauhnya, dan bahkan melintasi negara. Jika Anda ingin mengetahui bagaimana data sinyal ditransmisikan, Anda harus terlebih dahulu memahami klasifikasi stasiun basis komunikasi. Berikut ini adalah pengenalan mengenai klasifikasi stasiun basis:

1.1 Situs Makro

Rak ruang Stasiun Pangkalan yang baru dibangun dilengkapi dengan perangkat bernama PTN, dan Kabel Serat Optik akan dihubungkan ke PTN tersebut. Stasiun Pangkalan lama juga memiliki perangkat PTN. Perangkat PTN pada Stasiun Pangkalan lama dihubungkan ke perangkat PTN pada Stasiun Pangkalan baru melalui Kabel Serat Optik. Ini adalah bentuk interkoneksi Stasiun Pangkalan yang paling sederhana. Baik Stasiun Pangkalan lama maupun baru memiliki PTN. Dari sudut pandang transmisi, kedua Stasiun Pangkalan ini disebut Macro Site. Artinya, definisi Macro Site adalah stasiun yang dilengkapi dengan peralatan transmisi PTN disebut Macro Site.

1.2 Sistem Stasiun Basis Komunikasi Jarak Jauh

Stasiun Basis tersebut tidak dilengkapi dengan peralatan PTN. Jika Stasiun Basis ini perlu beroperasi, sinyal nirkabel dari Stasiun Basis ini harus dikumpulkan dan diproses oleh peralatan BBU, diubah menjadi sinyal optik, dan dikirim ke Stasiun Basis yang dilengkapi dengan peralatan PTN, sehingga sinyal tersebut dapat ditransmisikan hingga ribuan mil jauhnya. Oleh karena itu, diperlukan Kabel Serat Optik antara BBU dan PTN, yang secara khusus digunakan untuk menghubungkan BBU dan PTN serta mentransmisikan sinyal nirkabel. Kemudian, Stasiun Pangkalan yang tidak memiliki peralatan PTN dihubungkan ke Stasiun Pangkalan terdekat yang telah dilengkapi dengan peralatan PTN melalui Kabel Serat Optik. Stasiun Pangkalan ini disebut Sistem Stasiun Pangkalan Komunikasi Jarak Jauh, dan mentransmisikan sinyal nirkabel yang diterima ke PTN Stasiun Pangkalan lain melalui serat optik.

1.3 Sistem Antena Terdistribusi (DAS) dalam Ruangan

DAS sebenarnya dapat diklasifikasikan sebagai Sistem Stasiun Pangkalan Komunikasi Jarak Jauh. Jika sinyal di gedung ini kurang baik—sinyal dari stasiun pangkalan eksternal tidak dapat menembus ke dalam gedung, atau sinyalnya relatif lemah, serta terdapat banyak perangkat sinyal nirkabel di dalam gedung—satu stasiun pangkalan tidak mampu menangani begitu banyak transmisi sinyal. Perusahaan telekomunikasi memasang antena di setiap lantai gedung, atau setiap beberapa puluh meter di setiap lantai. Antena dibagi menjadi: Antena Omnidirectional, Antena Directional, Antena Panel, Antena Langit-langit, Antena Datar, Antena Miniatur, dan Antena Sel Kecil. Inilah yang disebut Sistem Antena Terdistribusi Dalam Ruangan. Antena-antena terdistribusi di setiap lantai pada akhirnya akan terhubung ke perangkat BBU yang terletak di shaft vertikal gedung. Perangkat BBU tersebut kemudian terhubung ke perangkat PTN stasiun pangkalan eksternal melalui Kabel Serat Optik untuk transmisi data. Oleh karena itu, sistem ini agak mirip dengan Sistem Stasiun Pangkalan Komunikasi Jarak Jauh, tetapi skenario penggunaannya berbeda. Sistem Stasiun Pangkalan Komunikasi Jarak Jauh yang sering kita bicarakan adalah menara besi besar, atau tiang di atas gedung. Stasiun distribusi dalam ruangan hanyalah antena dalam ruangan dengan jumlah antena yang lebih banyak. Mungkin ada puluhan atau ratusan antena di dalam sebuah gedung.

Saya yakin semua orang kini sudah memiliki pemahaman yang lebih jelas mengenai klasifikasi stasiun basis, jadi

2. Apa saja manfaat dari jaringan cincin stasiun basis?

Pertama-tama, demi kenyamanan, kemudahan pemeliharaan, dan keselamatan, pembangunan stasiun basis harus dilakukan sesuai dengan struktur jaringan cincin. Seperti yang ditunjukkan pada gambar, terdapat 4 Situs Makro (A, B, C, D) yang dilengkapi dengan peralatan PTN, dan koneksi cincin dibentuk melalui Kabel Serat Optik. Selama pembangunan, Kabel Serat Optik antara stasiun pangkalan B dan C terputus, tetapi hal ini tidak akan memengaruhi transmisi sinyal, karena transmisi sinyal stasiun pangkalan pada koneksi jaringan cincin bersifat dua arah, dan B dapat mengirimkan sinyal ke C melalui A-D. Sinyal akhir akan dikirim ke Pusat Data Agregasi, dan Pusat Data Agregasi tersebut akan meneruskan data ke Pusat Data Agregasi yang lebih jauh untuk mewujudkan transmisi data antar kota.

3. Bagaimana cara membangun stasiun basis baru dalam jaringan cincin?

  • Survei Konstruksi

Stasiun pangkalan digunakan untuk transmisi data sinyal. Terlepas dari skenario penerapannya, Kabel Serat Optik wajib digunakan untuk menghubungkan stasiun pangkalan. Sebelum pembangunan, perusahaan telekomunikasi akan melakukan survei proyek untuk menentukan apakah pemasangannya akan dilakukan melalui tiang, dinding, penguburan langsung, atau pemasangan di atas tanah.

  • Membuat Ring Fisik dan Ring Logis

Para ahli dari perusahaan telekomunikasi akan merumuskan konsep Physical Ring dan Logical Ring. Physical Ring mengacu pada lingkungan implementasi aktual Kabel Serat Optik, sedangkan Logical Ring mengacu pada logika transmisi data PTN. Logical Ring perlu diimplementasikan berdasarkan Physical Ring, dan hal ini bergantung pada apakah Physical Ring diimplementasikan berdasarkan prinsip kedekatan.

  • Risiko Cabang Stasiun Pangkalan

Sebagaimana ditunjukkan pada gambar, saat ini terdapat 4 Situs Makro yang tersusun dalam formasi lingkaran, dan sebuah stasiun pangkalan baru perlu dibangun. Langkah pertama dari rencana pembangunan situs ini adalah mengidentifikasi stasiun pangkalan mana saja yang berada di sekitar area tersebut dan menentukan stasiun pangkalan terdekat. Langkah kedua adalah memeriksa apakah kapasitas port PTN di stasiun tersebut mencukupi. Jika tidak, Anda dapat memilih untuk memperluas kapasitasnya. Langkah ketiga adalah memasang Kabel Serat Optik untuk menghubungkan stasiun basis tersebut.

Saat ini, stasiun basis yang baru dibangun tersebut merupakan bagian dari cabang dalam jaringan cincin keempat Situs Makro tersebut. Terdapat risiko besar di Cabang Stasiun Pangkalan ini. Jika Kabel Serat Optik putus, stasiun pangkalan ini berisiko mengalami "Station Drop". Ketika pengguna melakukan panggilan di dekat stasiun pangkalan ini, mereka mungkin mendapati bahwa sinyal ponsel penuh, namun panggilan tidak dapat dilakukan. Sinyal penuh menunjukkan bahwa sinyal terhubung ke antena stasiun pangkalan. RRU dan BBU telah memproses sinyal dan mengirimkan data ke PTN. Karena Kabel Serat Optik putus, data transmisi PTN tidak dapat dikirim ke stasiun pangkalan berikutnya, dan data tidak dapat masuk ke Pusat Data Agregasi, serta data sinyal tidak dapat dikirim ke lokasi tujuan hingga Kabel Serat Optik disambung kembali.

Oleh karena itu, untuk menghindari situasi di atas, stasiun pangkalan cabang dari stasiun pangkalan cincin perlu diubah agar dapat bergabung dengan struktur jaringan cincin; oleh karena itu, kedua stasiun pangkalan yang paling berdekatan dalam jaringan cincin tersebut perlu dihubungkan melalui 2 kabel serat optik.

6

4. Kesimpulan:

Jaringan cincin stasiun pangkalan adalah solusi teknis yang menghubungkan stasiun pangkalan melalui topologi cincin untuk meningkatkan redundansi, keandalan, dan ketahanan terhadap gangguan pada jaringan. Solusi jaringan cincin stasiun pangkalan ini dapat menyediakan layanan dengan keandalan dan efisiensi tinggi bagi jaringan komunikasi melalui desain redundan, mekanisme pemulihan cepat, manajemen cerdas, serta langkah-langkah lainnya.

Postingan yang direkomendasikan

Dapatkan Penawaran

Jangan ragu untuk menghubungi kami