Cara Menghitung Jumlah Serat Optik pada Jaringan FTTH

2026-09-18

Jumlah serat optik dalam jaringan FTTH sebaiknya ditentukan berdasarkan arsitektur jaringan, bukan semata-mata berdasarkan jumlah pelanggan.

Jumlah lokasi yang sama dapat memerlukan jumlah serat pengumpan dan distribusi yang sangat berbeda, tergantung pada lokasi splitter, tahap pemisahan, percabangan rute, batas wilayah layanan, perluasan di masa depan, dan cadangan operasional. Perhitungan sederhana seperti “jumlah pelanggan ÷ rasio splitter” hanya berguna untuk memperkirakan jumlah pohon PON. Perhitungan ini tidak menentukan jumlah serat yang diperlukan untuk setiap bagian kabel dalam jaringan.

Yang dapat diandalkan Perhitungan jumlah serat FTTH Oleh karena itu, proses ini harus diselesaikan segmen demi segmen.

Urutan langkah-langkah praktisnya adalah:

Wilayah layanan → arsitektur splitter → jalur optik aktif → segmentasi rute → kapasitas cadangan → ukuran kabel standar

Metode ini memberikan landasan teknis untuk pemilihan kabel, penentuan ukuran kabinet distribusi serat optik, perencanaan kotak sambungan, penyusunan daftar bahan (BOM), dan pengadaan.

Rumus Perhitungan Jumlah Serat FTTH

Kerangka kerja yang disederhanakan berikut ini dapat diterapkan pada sebagian besar jaringan optik pasif.

Serat Aktif Pengumpan

Serat Aktif Feeder = Jumlah Lokasi yang Dilayani ÷ Rasio Pemisahan Akhir

Hasilnya harus dibulatkan ke atas ke pohon PON utuh berikutnya.

Serat Aktif Distribusi

Serat Aktif Distribusi = Jumlah jalur optik yang harus dilalui melalui bagian rute tersebut

Jumlahnya bergantung pada lokasi splitter dan percabangan di bagian hilir.

Jumlah Kabel yang Terpasang

Jumlah Serat yang Terpasang = Serat Aktif + Cadangan Perluasan + Cadangan Operasional

Hasilnya kemudian harus dibulatkan ke atas menjadi ukuran kabel yang praktis, seperti 12F, 24F, 48F, 72F, 96F, atau 144F, tergantung pada konstruksi kabel yang sebenarnya.

Kerangka kerja perhitungan ini sederhana, tetapi sebaiknya hanya diterapkan setelah topologi jaringan telah ditentukan.

Jumlah Serat Berbeda di Setiap Lapisan Jaringan FTTH

Sebuah contoh khas Jaringan FTTH mengandung beberapa lapisan serat pasif, yang masing-masing memiliki kebutuhan kapasitas yang berbeda.

Bagian JaringanFungsi UtamaFaktor Utama yang Mempengaruhi Jumlah Serat Primer
OLT / ODF ke titik splitter pertamaPengumpanJumlah pohon PON
Titik pemisah untuk mengakses jaringanDistribusiArsitektur splitter dan area layanan hilir
Akses terminal ke lokasiJatuhkanJumlah sambungan pelanggan
Jaringan tulang punggung bersama atau rute antar-kabinetAgregasiWilayah layanan gabungan, redundansi, dan layanan tambahan

Port PON, output splitter, dan kabel serat optik merupakan elemen-elemen jaringan yang berbeda dan tidak boleh dianggap sebagai hal yang dapat saling menggantikan.

Bagian feeder biasanya ditentukan oleh jumlah pohon PON. Kebutuhan kabel distribusi ditentukan oleh jumlah jalur optik yang berlanjut ke hilir setelah setiap pemisahan dan percabangan. Jumlah serat drop biasanya didasarkan pada koneksi masing-masing pelanggan.

Perbedaan ini harus ditentukan terlebih dahulu sebelum memilih ukuran kabel apa pun.

Tentukan Dahulu Area Layanan dan Arsitektur Splitter

Kapasitas ODN pasif sebaiknya direncanakan berdasarkan wilayah layanan yang dituju, bukan hanya berdasarkan jumlah pelanggan yang terhubung selama fase implementasi awal.

Oleh karena itu, desain tersebut harus menetapkan:

  • Tempat yang telah disetujui
  • Perkiraan tingkat adopsi
  • Tahapan pembangunan yang direncanakan
  • Perluasan perumahan di masa depan
  • Jaringan bisnis atau perusahaan
  • Layanan tambahan yang menggunakan rute OSP yang sama
  • Persyaratan cadangan operator

Setelah wilayah layanan ditentukan, arsitektur splitter harus dikonfirmasi.

Posisi dari Pembagi PLC memiliki dampak langsung terhadap jumlah serat yang dibutuhkan dalam jaringan distribusi.

Pembagian Terpusat

Arsitektur terpusat yang umum biasanya dapat berupa sebagai berikut:

OLT → kabel feeder → FDC dengan splitter 1:32 → kabel distribusi → terminal akses → kabel drop

Jika 1.024 bangunan dilayani melalui pembagian rasio 1:32:

1.024 ÷ 32 = 32 pohon PON

Oleh karena itu, kebutuhan teoretis untuk feeder aktif adalah 32 serat.

Namun, setelah splitter, setiap jalur PON terbagi menjadi beberapa jalur optik di sisi pelanggan. Jaringan distribusi harus menyalurkan keluaran-keluaran tersebut ke area akses yang bersangkutan.

Oleh karena itu, kebutuhan serat optik pada segmen hilir sangat berbeda dengan kebutuhan pada segmen feeder.

Pemisahan Dua Tahap

Arsitektur terdistribusi dapat menggunakan:

Pembagi tahap pertama 1:4 × pembagi tahap kedua 1:8 = pembagian total 1:32

Untuk 1.024 lokasi yang sama, jaringan tersebut masih memerlukan 32 pohon PON.

Sebelum pemisah tahap pertama:

32 serat penghubung aktif

Setelah pembagian 1:4:

32 × 4 = 128 jalur optik aktif

Ke-128 jalur tersebut kemudian harus dialirkan ke lokasi-lokasi splitter sekunder.

Rasio pemisahan akhir tetap 1:32, namun persyaratan serat distribusi antara berbeda.

Oleh karena itu, rasio splitter saja tidak dapat menentukan jumlah serat pada kabel.

Menghitung Jumlah Serat Feeder dari Pohon PON

Bagian pengumpan biasanya merupakan bagian yang paling sederhana dalam perhitungan.

Untuk jaringan yang menggunakan rasio pembagian akhir 1:32:

Contoh: 768 Lokasi

768 ÷ 32 = 24 pohon PON

Oleh karena itu, persyaratan feeder aktif adalah:

24 serat

Contoh: 1.500 Lokasi

1.500 ÷ 32 = 46,875

Angka tersebut harus dibulatkan ke atas:

47 pohon PON

Oleh karena itu, persyaratan feeder aktif adalah:

47 serat

Secara teknis, kabel 48F memang akan menyediakan jumlah serat aktif yang dibutuhkan, tetapi hampir tidak menyisakan kapasitas cadangan sama sekali. Apakah kabel 48F, 72F, atau jumlah serat standar lainnya yang sesuai, bergantung pada kebijakan perluasan dan pemulihan operator.

Oleh karena itu, perancangan feeder sebaiknya dilakukan dalam dua tahap terpisah:

  1. Hitung jumlah serat PON yang aktif.
  2. Tambahkan cadangan yang telah disetujui dan pilih jumlah kabel yang paling sesuai berikutnya.

Rasio pemisahan itu sendiri seharusnya sudah diverifikasi berdasarkan anggaran daya optik proyek, jarak, dan teknologi PON.

Rasio pemisahan yang lebih tinggi mungkin dapat mengurangi kebutuhan serat pengumpan, tetapi hal itu juga meningkatkan kerugian optik dan memengaruhi fleksibilitas operasional. Oleh karena itu, perencanaan jumlah serat sebaiknya mengikuti desain optik yang telah disetujui, bukan justru menentukan desain tersebut.

Hitung Jumlah Serat Distribusi per Bagian Rute

Penentuan ukuran kabel distribusi memerlukan analisis rute yang lebih terperinci.

Pertanyaan yang tepat bukanlah berapa banyak pelanggan yang ada di seluruh proyek. Pertanyaan yang tepat adalah:

Berapa banyak jalur optik yang harus melewati bagian kabel ini?

Bayangkan sebuah jaringan yang melayani empat zona:

Wilayah LayananLokasi
Zona A96
Zona B160
Zona C256
Zona D128
Total640

Kabel utama yang keluar dari kabinet distribusi pada awalnya mungkin membawa serat optik yang melayani beberapa zona.

Begitu suatu zona bercabang, seratnya tidak perlu lagi berlanjut ke bagian rute berikutnya.

Oleh karena itu, jumlah serat aktif berkurang secara bertahap sepanjang rute tersebut.

Perhitungan berdasarkan rute dapat menghasilkan jadwal sebagai berikut:

Bagian RuteSerat AktifCadangan ProyekKabel yang Dipilih*
FDC → Persimpangan 1721296F
Persimpangan 1 → Persimpangan 243548F
Persimpangan 1 → Zona A12624F
Persimpangan 2 → Zona C27948F
Persimpangan 2 → Zona B16424F

*Hanya sebagai ilustrasi. Jumlah kabel akhir bergantung pada kebijakan cadangan yang disetujui dan konstruksi kabel yang tersedia.

Pendekatan ini mencegah pemanjangan kabel dengan jumlah serat yang banyak melebihi yang diperlukan, sekaligus tetap mempertahankan kapasitas yang memadai pada bagian-bagian yang bersama.

Hal ini juga memberikan dasar yang lebih akurat untuk daftar bahan (BOM) kabel.

Hitung Kebutuhan Distribusi Mulai dari Titik Akses ke Arah Belakang

Untuk perancangan ODN yang terperinci, jumlah serat distribusi juga dapat diverifikasi dengan melakukan perhitungan mundur dari setiap terminal akses.

Asumsikan satu terminal melayani 16 lokasi.

Splitter yang Terletak di Dalam Terminal Akses

Jika splitter 1:16 dipasang di dalam terminal, mungkin hanya diperlukan satu serat PON aktif di sisi distribusi hulu.

Oleh karena itu, persyaratan distribusi hulu untuk terminal tersebut adalah:

1 serat aktif

Splitter yang Terletak di Bagian Tengah FDC

Jika splitter 1:16 dipasang di kabinet pusat, ke-16 serat optik keluarannya harus diarahkan ke terminal.

Oleh karena itu, rute distribusi mungkin memerlukan:

16 serat aktif

untuk wilayah layanan yang sama yang mencakup 16 lokasi.

Jumlah pelanggan tidak berubah, tetapi persyaratan kabelnya telah berubah.

Inilah sebabnya mengapa jumlah serat pada sistem distribusi harus selalu dievaluasi bersamaan dengan penempatan splitter.

Menghitung Jumlah Serat Optik yang Terputus per Koneksi Pelanggan

Bagian penurunan terakhir umumnya lebih mudah.

Sambungan FTTH perumahan standar umumnya menggunakan satu serat optik aktif antara terminal akses dan lokasi pelanggan.

SOCT Fiber's Kabel drop FTTX Rangkaian produk ini mencakup berbagai jenis ketebalan serat dan konstruksi untuk aplikasi di dalam ruangan, di luar ruangan, di udara, dan akses.

Serat drop tambahan dapat ditentukan jika proyek mengharuskannya:

  • Layanan berlebih
  • Saluran layanan independen
  • Konektivitas perusahaan
  • Distribusi hunian multi-unit
  • Praktik penyisihan yang spesifik bagi masing-masing operator

Serat tambahan sebaiknya memiliki tujuan operasional yang jelas, bukan sekadar ditambahkan secara otomatis.

Dalam jaringan yang dibangun sesuai permintaan, sistem distribusi pasif dapat dirancang untuk mencakup semua lokasi yang dilalui, sedangkan kabel sambungan individu baru dipasang setelah layanan diaktifkan.

Tambahkan Serat Cadangan Setelah Permintaan Aktif Dihitung

Kapasitas cadangan sebaiknya ditambahkan secara terencana setelah kebutuhan aktual telah ditetapkan.

Salah satu rumus perencanaan yang berguna adalah:

Serat yang Terpasang = Serat Aktif + Cadangan Ekspansi + Cadangan Operasional

Pemesanan mungkin diperlukan untuk:

  • Pelanggan di masa mendatang
  • Perluasan wilayah layanan
  • Perbaikan kabel
  • Penataan ulang jaringan
  • Koneksi perusahaan
  • Backhaul seluler
  • CCTV atau infrastruktur bersama lainnya
  • Rencana perluasan jaringan

Kebijakan cadangan tidak perlu sama di seluruh ODN.

Sebuah bagian tulang punggung yang krusial—yang penggantiannya akan memerlukan pekerjaan konstruksi sipil berskala besar—mungkin memerlukan kapasitas cadangan yang lebih besar daripada cabang pendek yang dipasang di dalam saluran yang mudah dijangkau.

Misalnya:

Persyaratan aktif: 30 serat

Cadangan yang disetujui: 8 serat

Jumlah yang dibutuhkan:

30 + 8 = 38 serat

Oleh karena itu, kabel 48F dapat dipilih.

Hal ini tidak berarti bahwa kabel 48F merupakan pilihan yang tepat untuk setiap rute yang memiliki 30 serat aktif. Keputusan tersebut tetap bergantung pada permintaan di masa depan, aksesibilitas jaringan, dan kebijakan operator.

Pembulatan ke Jumlah Kabel Standar Hanya Dilakukan Setelah Perhitungan

Jumlah kabel harus ditentukan setelah kebutuhan aktif dan cadangan dihitung.

Contoh perhitungan praktis yang umum antara lain:

12F, 24F, 36F, 48F, 72F, 96F, dan 144F

tergantung pada konstruksi kabelnya.

Proses seleksi yang umum biasanya berlangsung sebagai berikut:

Serat AktifCadanganTotal KebutuhanPerhitungan Jumlah Kabel yang Praktis
1041424F
2132424F
3083848F
6186972F
80129296F
10515120144F

Prinsipnya adalah:

Hitung dulu, baru lakukan standarisasi.

Memulai dengan menentukan jumlah kabel yang diinginkan, lalu mencoba menyesuaikan jaringan dengan jumlah tersebut, dapat mengakibatkan kapasitas yang tidak diperlukan sekaligus cadangan yang tidak mencukupi.

Memverifikasi Kapasitas FDC, Splitter, dan Penutup Sambungan

Perencanaan jumlah serat tidak berhenti pada pemilihan kabel.

Setiap bagian kabel harus diakhiri, dicabangkan, disambung, atau didistribusikan melalui komponen lain dalam Jaringan Distribusi Optik (ODN).

Kapasitas dari kabinet distribusi serat optik oleh karena itu, perlu dicocokkan dengan:

  • Serat penghubung yang masuk
  • Kapasitas splitter
  • Hasil distribusi
  • Posisi adaptor
  • Kapasitas penyambungan
  • Kapasitas masuk kabel
  • Cadangan untuk ekspansi di masa depan

Penutupan sambungan juga harus diperiksa untuk memastikan:

  • Jumlah kabel masuk dan keluar
  • Diameter kabel
  • Konfigurasi cabang
  • Kapasitas baki sambungan
  • Kapasitas sambungan total

Kabel 96F tidak akan memberikan kapasitas yang dapat dimanfaatkan jika kabinet atau kotak sambungan yang dipilih tidak mampu menangani jumlah serat yang dibutuhkan dengan baik.

Oleh karena itu, serat kabel, port splitter, dan kapasitas kotak penyimpanan harus dihitung sebagai satu sistem yang terintegrasi.

Contoh Perhitungan: Jaringan FTTH dengan 1.024 Titik Layanan

Bayangkan sebuah proyek pemasangan FTTH baru yang mencakup 1.024 bangunan.

Asumsikan:

  • 1.024 lokasi telah diperiksa
  • Rasio pembagian akhir 1:32
  • Pembagi terpusat
  • Empat bidang layanan
  • Pembagian tempat yang merata
  • Kapasitas cadangan khusus proyek

Perhitungan Feeder

1.024 ÷ 32 = 32 pohon PON

Persyaratan feeder aktif:

32 serat

Asumsikan proyek tersebut membutuhkan 8 serat cadangan.

Jumlah:

32 + 8 = 40 serat

Oleh karena itu, pilihan yang praktis mungkin adalah:

Kabel penghubung 48F

Segmentasi Rute Tulang Punggung

Setiap wilayah layanan melayani:

1.024 ÷ 4 = 256 lokasi

Setiap wilayah layanan memerlukan:

256 ÷ 32 = 8 pohon PON

Oleh karena itu, rute tulang punggung mungkin akan berkurang seiring dengan bertambahnya jumlah kabinet yang bercabang.

Bagian Tulang PunggungSerat PON AktifCadanganContoh Jumlah Kabel
CO → FDC 132848F
FDC 1 → FDC 224636F / 48F
FDC 2 → FDC 316424F
FDC 3 → FDC 48412F

Jumlah kabel yang tepat harus dicocokkan dengan konfigurasi yang tersedia dan persyaratan standarisasi operator.

Perhitungan Distribusi

Wilayah layanan yang mencakup 256 lokasi tersebut kemudian harus dibagi berdasarkan rute distribusi yang sebenarnya.

Jika Cabang A melayani 64 lokasi dan menggunakan pembagian terpusat, cabang tersebut mungkin memerlukan sekitar 64 jalur hilir aktif sebelum cadangan ditambahkan.

Jika Cabang B melayani 24 lokasi, perhitungannya harus dilakukan secara terpisah.

Hasilnya mungkin sebagai berikut:

Bagian DistribusiSerat AktifCadanganKabel yang Dipilih
FDC 1 → Kelompok FAT A64872F
FDC 1 → Kelompok FAT B24636F
FDC 1 → Kelompok FAT C42648F

Hal ini menghasilkan jadwal pemasangan kabel yang disesuaikan dengan rute tertentu, bukan jumlah serat optik yang seragam untuk seluruh jaringan.

Kesalahan Umum dalam Perencanaan Jumlah Serat FTTH

Menggunakan Jumlah Pelanggan Awal sebagai Ganti Cakupan yang Direncanakan

Infrastruktur pasif mungkin menjadi tidak memadai jika dirancang hanya untuk tingkat pemanfaatan layanan pada tahap awal.

Menerapkan Jumlah Pelanggan ÷ Rasio Pembagian ke Setiap Bagian Kabel

Perhitungan tersebut berguna untuk pohon PON penghubung, tetapi tidak menentukan jumlah serat distribusi.

Mengabaikan Lokasi Splitter

Pemisahan terpusat dan terdistribusi menghasilkan persyaratan serat antara yang berbeda, meskipun rasio pemisahan akhirnya sama.

Menerapkan Persentase Cadangan yang Sama untuk Setiap Rute

Cadangan harus mencerminkan tingkat kritis rute, rencana perluasan, dan tingkat kesulitan pemasangan kabel di masa mendatang.

Memilih Jumlah Kabel Sebelum Percabangan Rute Ditentukan

Kabel dengan jumlah inti yang tinggi mungkin diperpanjang secara tidak perlu, atau bagian hilirnya mungkin berdimensi terlalu kecil.

Mengabaikan Kapasitas Kabinet dan Penutupan

Jumlah kabel harus selalu disesuaikan dengan peralatan yang diperlukan untuk mengakhiri, menyambung, dan mendistribusikan serat-serat tersebut.

Siapkan Daftar Kabel Sebelum Mengajukan Permintaan Penawaran (RFQ)

Setelah perhitungan jumlah serat FTTH selesai, hasilnya harus diubah menjadi jadwal pemasangan kabel.

Jadwal praktis dapat mencakup:

BagianRuteJumlah seratPanjangPemasangan
F01CO–FDC0148F3,2 kmSaluran
F02FDC01–J0196F1,6 kmPemasangan di udara
D01J01–FAT0124F620 mPemasangan di udara
D02J01–FAT0248F940 mPemasangan di udara
D03J02–FAT0324F510 mSaluran

Jadwal tersebut memberikan dasar pengadaan yang lebih bermanfaat daripada permintaan seperti:

Kabel FTTH untuk 1.000 pengguna.

Hal ini memungkinkan pemasok untuk memeriksa:

  • Konstruksi kabel
  • Jenis serat
  • Kondisi rute
  • Panjang drum
  • Cara pemasangan
  • Antarmuka penutupan
  • Kemasan
  • Jumlah kabel

Dengan demikian, perhitungan tersebut menjadi bagian dari RFQ dan BOM proyek, bukan sekadar angka teknis yang berdiri sendiri.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Berapa banyak serat optik yang dibutuhkan untuk 1.000 pengguna FTTH?

Tidak ada jumlah kabel yang pasti benar. Jumlahnya bergantung pada rasio splitter, lokasi splitter, percabangan rute, dan kebijakan cadangan. Dengan rasio pembagian 1:32, mungkin diperlukan sekitar 32 serat feeder aktif, namun jumlah kabel distribusi tetap harus dihitung secara terpisah untuk setiap bagian rute.

Apa rumus untuk menghitung jumlah serat optik feeder pada jaringan FTTH?

Perhitungan feeder yang disederhanakan adalah:

Jumlah Lokasi yang Dilayani ÷ Rasio Pembagian Akhir

Hasilnya harus dibulatkan ke atas ke angka utuh PON tree berikutnya sebelum serat cadangan ditambahkan.

Apakah kabel feeder dan kabel distribusi harus menggunakan jumlah serat yang sama?

Biasanya tidak. Jumlah serat feeder ditentukan terutama oleh struktur pohon PON sebelum proses pemisahan, sedangkan jumlah serat distribusi bergantung pada penempatan splitter dan jalur optik hilir.

Berapa banyak serat cadangan yang seharusnya disertakan dalam jaringan FTTH?

Tidak ada persentase baku. Cadangan harus ditentukan berdasarkan pertumbuhan di masa depan, kebutuhan pemulihan, aksesibilitas rute, biaya pekerjaan sipil, dan kebijakan operator.

Apakah 24F, 48F, atau 96F lebih baik untuk FTTH?

Jumlah yang tepat adalah ukuran kabel terkecil yang praktis yang mampu menampung serat aktif yang telah dihitung, cadangan yang disetujui, serta kebutuhan jaringan di masa mendatang untuk bagian rute tertentu.

Hitung Setiap Bagian Rute Sebelum Memilih Kabel

Jumlah serat optik yang tepat untuk jaringan FTTH tidak dapat ditentukan hanya berdasarkan jumlah pelanggan saja.

Setiap ruas rute harus dievaluasi berdasarkan:

permintaan hilir → arsitektur splitter → jalur optik aktif → kapasitas cadangan → jumlah kabel yang digunakan → kapasitas kabinet

Pendekatan ini memberikan landasan yang lebih andal baik bagi bidang teknik maupun pengadaan.

Untuk penawaran harga kabel FTTH, dokumen-dokumen yang paling berguna adalah rincian wilayah layanan, arsitektur splitter, panjang rute, jadwal pemasangan serat optik, dan metode pemasangan. Apabila jumlah serat optik telah dihitung, hal ini dapat ditinjau bersama dengan konstruksi kabel, perencanaan drum, konfigurasi splitter PLC, kapasitas kabinet distribusi, dan persyaratan penutup sambungan sebelum daftar bahan (BOM) dan penawaran harga akhir disetujui.

Postingan yang direkomendasikan

Dapatkan Penawaran

Jangan ragu untuk menghubungi kami